Laskar Pelangi The Movie

September 27, 2008 at 8:12 am | In Education | Leave a Comment

One word to describe this movie: Awesome alias KEREN!!!

launched on September 25th, 2008… this movie has bring “something” to Indonesian movies.

Gue optimis film ini bakalan bawa paradigma baru ke dunia perfilman Indonesia. bukan dari masalah penghargaan yang (mungkin) bakalan diterima sama film ini, tapi dari dampaknya.

Dari hari Kamis, gue dah niat nonton bareng temen2 di 21, tapi ternyata jodohnya ketemu hari Sabtu… dan demi film ini, gue bela2in nonton sendirian. secara kalo weekend pada punya acara sendiri2 gitu…

pukul 12.15… padahal ngantri dari jam 10.30… wat a struggle!

but it was worthed! gimana nggak… view Belitong itu yang dah bikin gue sumpah merinding abis… satu hal yang gue nyesel… nggak bawa tissue…hiks..

satisfied? pure! yang gue pengen liat cuma visualisasi keadaan Belitong, toh gambaran cerita dan penokohan, I had them in my mind when I read the book.

umumnya kalo kita dah baca bukunya, trus nonton pelemnya pasti kecewa. yeah, untuk AAC, tapi kalo yang ini… puas abisss… semua! view, characters, sound effects, dan satu lagi.. pesannya dapet!

dari semua scenes, yang paling gue suka adalah saat terakhir, pelem dah abis, lampu bioskop dah nyala dan penonton barisan depan dah beranjak dari tempat duduk… yaitu scene yang menampilkan tulisan:

“Semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan”… yang ternyata cuma jadi isi dari salah satu pasal di Undang Undang Dasar 1945.

salah satu pasal yang bisa aja jadi penjegal di kala ulangan PPKn ato TN…

dan pasal itu ditampilkan terakhir pisan… setelah kita dah terkuras air mata menyaksikan potret kehidupan anak anak Belitong yang haus ilmu. Ada ratusan Lintang malang melintang di negeri ini, masih ada ribuan Harun yang “dibuang” dari sekolah “normal” yang nggak menerapkan pendidikan inklusi…, dan masih menanti jutaan Ikal yang mengharapkan beasiswa…anak anak jenius luar biasa yang menjadi kebanggaan bangsa… anak anak yang pada awalnya tidak diperhitungkan, dan anak anak yang dianggap telah kering harapan…

Thank You Allah, Thank You Andrea Hirata, dan semua pihak yang telah mewujudkan visualisasi laskar pelangi.. you guys have done a great job!!!

CCNA 4

September 22, 2008 at 2:07 am | In Tugas | Leave a Comment

Deuh… berkah bener ini ramadhan…

gimana nggak…?

bow.. ujian CCNA 4… memang boleh.. dibuka cuma dari tanggal 18-22.. thx to our tutor… hahahah

makanya, rada rieweuh niyh… kumaha ngaturna nya?

hohohoh.. bisa setengah setengah nih…

ugh… wish me luck, guys… today is the final…

huff…

TKJ Sahur On The Road

September 19, 2008 at 4:02 am | In 1 | Leave a Comment

TKJ Peduli goes Sahur On The Road

Alhamdulillah ternyata hasil acara TKJ Peduli, Indahnya Memberi, Indahnya Berbagi masih menyisakan dana.

So, berdasarkan hasil musyawarah dengan teman-teman. Maka kami sepakat untuk bikin acara sahur bareng anak jalanan di salah satu rumah singgah di kawasan Gudang Peluru, Tebet.

Insyaallah acara akan dilangsungkan pada hari Minggu, 28 September 2008. Kita akan jalan hari Sabtu, 27 September 2008 (malem minggu) pukul 02.00 dini hari. Berangkat dari rumah Ilham Nawawi, Condet.

Bagi temen-temen yang mo ikutan, ditunggu konfirmasinya ke M. Ridwan (kelas A) di 021 93762100 paling lambat hari Kamis, 25 September 2008. Biaya sahur ditanggung masing-masing, alhamdulillah kalo ada yang mo infak lagi, nambahin dana wat santunannya… biasa, setor ke Dera. Ok guys?

Kita  tunggu konfirmasinya… semoga TKJ bisa kumpul bareng lagi… tahun terakhir niyh…

c u guys.. :)

TKJ Peduli, Indahnya Berbagi, Indahnya Memberi…

September 19, 2008 at 3:54 am | In 1 | Leave a Comment

Jum’at, 12 September 2008

Acara yang direncanakan dalam 2 minggu alhamdulillah berjalan dengan lancar…
Huff…
Walaupun awalnya nggak mudah, tapi alhamdulillah banget banget banget ternyata semua berakhir dengan indah…

semua jerih payah dan usaha teman teman di TKJ telah terbayar dengan berlangsungnya acara tersebut…

well, memang semua tidak lepas dari kekurangan…

tapi paling tidak kita dah ngumpul bareng lagi,

setelah sekian lama terpisah dan sibuk dengan kegiatan masing masing…

thank you guys…

love you all

Download You Tube Tanpa Software

September 18, 2008 at 2:55 am | In Tech | 3 Comments

Sebagian besar pengunjung hanya menonton secara online. Ini jelas sangat tidak efektif, karena setiap kali ingin memutar ulang harus melakukan koneksi ke YouTube dan ini sangat mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia dengan mahalnya koneksi Internet.

Banyak jalan menuju Roma, banyak cara mendownload YouTube. Sudah cukup banyak software2 pendownload YouTube bermunculan. Tapi YouTube selalu melakukan inovasi baru agar videonya tidak lagi bisa didownload dengan software itu.

Cara termudah dan teraman adalah Download Lewat Browser. Tidak perlu Browser khusus. Firefox dan Opera mampu melakukannya. Disini saya akan berbagi sedikit tips cara mendownload YouTube langsung dari Browser anda tanpa perlu menambahkan Plugin atau software lainnya.

Tutorial ini saya khususkan untuk Firefox dan Opera. Untuk Internet Explorer (ie), maaf karena selain memiliki banyak celah keamanan yang tak kunjung diperbaiki, ie juga membuat standar desgin website sendiri, jadi para webdsigner seringkali mengalami kesulitan dalam mendisign web gara-gara ie, bisa jadi di firefox dan opera sudah bagus, tapi begitu dibuka di ie hasilnya berantakan. Karena itu beberapa waktu lalu ie sempat di gugat oleh Opera.

Ok, back to topic.

  1. Buka video YouTube seperti biasa.
  2. Play atau putar video tersebut hingga habis.

Cara Download YouTube lewat Firefox :

  1. Setelah menjalankan video hingga selesai, sekarang yang perlu anda ketahui adalah lokasi cachenya.
  2. Ketik about:cache?device=disk pada browser
    FFcache
  3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut. Contoh : lokasi cache saya adalah D:\FF\Data\profile\cache
    Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan
    FFfiles
  4. Setalah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan tambahi .flv.  Contoh : nama file cache saya adalah 2F4A5212d01, agar dapat saya putar saya rename menjadi 2F4A5212d01.flv
  5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.

Cara Download YouTube lewat Opera :

  1. Setelah menjalankan video hingga selesai lewat Opera, anda perlu mencari tau lokasi cachenya.
  2. Ketik opera:config#UserPrefs|CacheDirectory4 pada browseroperacache
  3. Setelah mengetahui lokasinya, meluncurlah ke lokasi tersebut. Contoh : lokasi cache saya adalah C:\Documents and Settings\rosyidi\Application Data\Opera\Opera 9\profile\cache4\
    Catatan : Lokasi yang saya contohkan ini pasti berbeda dengan hasil yang akan anda dapatkan
    Operafile
  4. Setelah itu coba cari pada folder tersebut yang memiliki ukuran file yang besar (biasanya lebih dari 5MB), jika sudah anda temukan, edit nama file dengan menekan F2, dan ubah tmp dengan flv. Contoh : nama file cache saya adalah opr0000Y.tmp, agar dapat saya putar saya rename menjadi opr0000Y.flv
  5. Pindah file tersebut ke folder lain agar tidak terhapus.

Cara Diatas dapat pula diterapkan untuk jenis file lainnya seperti flash, dll. Karena ada pula flash yang tidak bisa didownload hanya file swfnya saja, karena file tersebut memakai flash dalam flash, dan semua itu dapat didownload dengan mudah dengan cara diatas

PERINGATAN : TUTORIAL INI BERTUJUAN UNTUK MENDOWNLOAD VIDEO PENDIDIKAN DI YOUTUBE. KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYALAHGUNAAN TUTORIAL INI UNTUK PEMBAJAKAN, DLL.

tulisan ini diambil dari blog

http://rosyidi.com/cara-download-youtube-tanpa-software/

Qualitative Research: The 3rd Edition

September 15, 2008 at 4:51 am | In Education | Leave a Comment

Penelitian kualitatif adalah sebuah penyelidikan menyeluruh terhadap suatu bidang sesuai dengan kondisi aslinya

Penelitian jenis ini melintasi garis batas disipliner, bidang dan berbagai subyek. Metode ini dikelilingi oleh berbagai kumpulan hal kompleks yang saling berhubungan satu sama lain, konsep dan berbagai asumsi. Meliputi tradisi yang berkaitan dengan hal mendasar, positifisme, tonggak dasar dan structural serta berbagai sudut pandang kualitas, dan atau beberapa metode yang berhubungan dengan studi kebudayaan dan interpretif.

Terdapat banyak literatur yang terpisah dan membahas secara detail tentang berbagai metode dan pendekatan penelitian kualitatif, seperti studi kasus, politik dan etik, survei publik, wawancara, observasi publik, metode visual, dan analisa interpretif.

Di Amerika Utara, penelitian kualitatif bekerja dalam sebuah bidang sejarah kompleks yang telah melalui delapan periode sejarah, yaitu:

  1. Tradisional (1900-1950)
  2. Modernis (Periode emas) (1950-1970)
  3. Masa blur (1970-1986)
  4. Masa Krisis Representasi (1986-1990)
  5. Masa postmodern, masa percobaan dan etnografi baru (1990-1995)
  6. Masa postexperimental inquiry (1995-2000)
  7. Masa metodologi teruji (2000-2004)
  8. Masa perkiraan masa depan (2005-)

Kedelapan tahapan ini terus mempengaruhi keadaan saat ini secara simultan

Setiap definisi penelitian kualitatif harus mengacu pada sejarah ini. Karena pada setiap masa tertentu, penelitian kualitatif mempunyai pengertian yang berbeda. Namun, sebuah pernyataan umum yang bisa disimpulkan adalah bahwa penelitian kualitatif adalah sebuah aktifitas situasi yang menempatkan peneliti di dunia, yang mempunyai banyak interpretasi, material praktis sehingga membuat dunia terbuka.

Praktek ini membentuk dunia, yang pada nantinya menggulirkan dunia ke dalam beberapa interpretasi, termasuk catatan lapangan, wawancara, percakapan, foto, rekaman dan berbagai memo. Pada tahapan ini, penelitian kualitatif melibatkan pendekatan interpretif dan naturalistik ke dalam dunia. Hal ini berarti bahwa peneliti kualitatif mempelajari hal berdasarkan naluriah mereka, mencoba memahami atau menerjemahkan setiap fenomena yang terjadi dan memberikan permahaman yang sama kepada orang lain.

Penelitian kualitatif melibatkan kumpulan berbagai materi empiris pembelajaran, seperti studi kasus, pengalaman pribadi, introspeksi, kisah hidup, wawancara, artifak, teks dan hasil budaya, observasi, kesejarahan, interaksi sosial, dan teks visual. Kumpulan materi tersebut menggambarkan kejadian rutin dan momen problematik yang memberikan kesan dalam kehidupan setiap individu.

Dengan demikian, penelitian kualitatif menyebarkan praktek pemahaman luas yang saling berhubungan satu sama lain, yang diharapkan akan menimbulkan keseragaman pengertian terhadap suatu hal. Walapun pada prakteknya, dunia dapat dipahami melalui beragam cara yang berbeda. Oleh sebab itu, terdapat sebuah komitmen untuk menggunakan tidak hanya satu metode/ pendekatan pemahaman dalam suatu penelitian

PENELITIAN KUALITIATIF VS PENELITIAN KUANTITATIF

Kata kualitatif berarti penekanan pada kualitas entitas, proses dan makna yang tidak hanya diuji atau diukur secara eksperimental tetap juga kuantitas, jumlah, intensitas atau frekuensi. Penelitian kualitatif menekankan pada kenyataan alamiah yang dibangun secara sosial, keterkaitan erat antara peneliti dan obyek penelitian, serta situasi yang terjadi dalam penelitian tersebut. Penelitian jenis ini menekankan pada pemuatan-nilai alamiah. Yang mencari jawaban pada setiap pertanyaan bagaimana pengalaman masyarakat terjadi dan menimbulkan makna.

Sebaliknya, penelitian kuantitatif menekankan pada ukuran dan analisa hubungan sebab akibat antara setiap variabel yang ada, bukan pada prosesnya. Para pendukung penelitian kuantitatif menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan dari sebuah kerangka kerja bebas-nilai

GAYA PENELITIAN: Melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda?

Pada umumnya, para peneliti kualitatif dan kuantitatif “merasa bahwa mereka mengetahui suatu hal berharga yang pantas diketahui secara umum, dan mereka menggunakan berbagai bentuk, media dan alat untuk mengkomunikasikan ide dan penemuan mereka” (Becker, 1986, p. 122)

Menurut Becker, penelitian kualitatif dan kuantitatif berbeda secara signifikan pada 5 hal. Kelima hal ini melibatkan perbedaan cara dalam menempatkan suatu hal yang sama. Pada akhirnya, mereka kembali pada politik penelitian dan siapa yang mempunyai kekuatan untuk memberikan solusi yang tepat pada permasalahan publik.

Kelima hal tersebut adalah:

  • Menggunakan positifisme dan postpositifisme.

Menurut Guba, pada versi positifis, setiap kenyataan yang ada di luar sana haruslah dipelajari, ditangkap dan dimengerti. Sedangkan versi postpositifis menganggap bahwa tidak semua hal yang ada dapat dimengerti sepenuhnya, namun hanya diperkirakan.

Postpositifisme menggunakan banyak metode untuk menangkap sebanyak mungkin realita yang ada. Pada saat yang sama, menekankan pada penemuan dan verifikasi teori. Kriteria evaluasi tradisi menekankan pada validitas internal dan eksternal, sebagaimana digunakan pada prosedur kualitatif yang berdasarkan pada analisa struktur (terkadang statistik). Mereka menggunakan metode komputerisasi, tabulasi dan analisa statistik tingkat rendah.

Tradisi positifis dan positifisme menyambalewa dan membayangi proyek penelitian kualitatif. Berdasarkan sejarah, penelitian kualitatif didefinisikan menurut paradigma positifisme, dimana para peneliti kualitatif mencoba untuk melakukan penelitian positifis menggunakan metode dan prosedur yang kurang tepat. Menurut Becker, Geer, Hughes dan Strauss, beberapa partisipan observasi penelitian yang dilakukan pada pertengahan abad 20 dilaporkan memberikan keterangan palsu. Sebagaimana dinyatakan oleh Strauss dan Corbin pada tahun 1998, dua orang pendukung penelitian kualitatif, mencoba untuk memodifikasi positifisme sehingga sesuai dengan konsep postpositifisme. Pada tahun 2002, Flick menyimpulkan bahwa perbedaan antara kedua pendekatan penelitian ini, mengingat bahwa pendekatan kuantitatif telah digunakan untuk mengisolasi “sebab akibat…mengoperasikan hubungan secara teoritis…[dan] mengukur dan…menghitung fenomena…menggeneralisasi penemuan”. Namun pada saat ini, keraguan ditempatkan pada hal hal seperti: “Perubahan masyarakat yang demikian cepat dan menghasilkan diversifikasi kehidupan dunia semakin mengkonfrontasi penemuan masyarakat dengan perspektif dan konteks sosial yang baru… metodologi deduktif tradisional…telah gagal…oleh karena itu penelitian semakin dipaksa untuk membuat strategi induktif alih alih memulai dan menguji teori yang baru…ilmu pengetahuan dan ilmu praktis dipelajari sebagai ilmu pengetahuan dan ilmu praktis lokal

Splinder dan Splinder (1992) menyimpulkan pendekatan kualitatif mereka terhadap materi kuantitatif: “Instrumentasi dan kuantifikasi merupakan prosedur sederhana yang digunakan untuk memperluas dan memperkuat beberapa jenis data, interpretasi dan hipotesa pengujian sampel. Keduanya harus ditempatkan sesuai pada posisinya dengan tepat. Satu hal yang perlu dihindari adalah pradini atau penggunaan mekanisme keamanan secara berlebihan.

Meskipun banyak peneliti kualitatif tradisi positifisme yang menggunakan metode dan pengukuran secara statistik, menggunakan dokumen sebagai cara menelaah sekelompok masyarakat tertentu, namun mereka jarang melaporkan penemuannya dalam hal metode pengukuran statistik kompleks apa yang digunakan (co: jejak, regresi dan analisa log linear)

  • Penerimaan sensibilitas postmodern

Penggunaan kuantitatif, metode dan asumsi positifis telah ditolak oleh generasi peneliti kualitatif baru yang telah terikat pada sensibilitas poststruktural dan postmodern. Para peneliti ini berdebat bahwa metode positifisme tidak lain hanyalah sebuah cara untuk menceritakan tentang masyarakat atau dunia sosial. Metode ini tidak lebih baik atau buruk daripada metode yang lainnya, mereka hanya menceritakan cerita yang berbeda.

Namun peneliti lain tidak menyetujui hal ini. Menurut Huber pada tahun 1995, banyak pendukung teori kritis, konstruktifis poststruktural dan postmodern yang menentang cara kerja kaum positifis dan postpositifisme. Mereka melihat beberapa kriteria yang tidak relevan dengan cara kerja mereka sendiri dan menganggap positifis dan postpositifisme hanya menghasilkan sebuah suara yang dapat membungkam suara yang lainnya.

Para peneliti ini mencari metode alternatif untuk menguji hasil kerja mereka, termasuk wujud kebenaran, emosionalitas, tanggung jawab pribadi, etika kepedulian, praktek politik, teks multivois, dan dialog dengan subyek. Sebagai respon, kaum positifis dan postpositifisme membantah dengan menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sains yang baik dan obyektif. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mereka menganggap bahwa postmodernis dan poststruktural menyerang alasan dan kebenaran.

  • Menangkap sudut pandang individu

Baik penelitian kualitatif dan kuantitatif mengacu pada sudut pandang individu. Namun, peneliti kualitatif menganggap bahwa mereka lebih dapat mendekati sudut pandang obyek penelitian melalui wawancara dan observasi. Peneliti kualitatif menganggap bahwa para peneliti kuantitatif jarang dapat menangkap sudut pandang obyek penelitian karena jarak yang tercipta antara peneliti dan obyek, dan penekanan pada segi metode dan materi empiris. Sedangkan para peneliti kuantitatif menganggap bahwa materi empiris yang dihasilkan dari metode interpretasi adalah tidak dapat dipercaya, tidak mengesankan, dan tidak obyektif.

  • Menguji batasan kehidupan sehari-hari

Pada umumnya, peneliti kualitatif sering menentang dan melampaui batasan kehidupan sehari-hari. Mereka memandang dunia, bereaksi terhadapnya dan memadatkan penemuannya ke dalamnya. Peneliti kuantitatif meneliti dunia secara abstrak dan jarang mempelajarinya secara langsung. Mereka mencari nomotetik dan sains etik yang berdasarkan pada kemungkinan yang disimpulkan dari pembelajaran dari beberapa kasus yang diambil secara acak.

Pernyataan jenis ini mencuat ke permukaan dan berada di luar batasan kehidupan sehari-hari. Para peneliti kualitatif berkomitmen pada idiografis, dan posisi dasar kasus yang mengacu pada kasus tertentu.

  • Mengamankan kekayaan despkripsi

Peneliti kualitatif percaya bahwa deskripsi yang kaya tentang dunia kemasyarakatan merupakan hal yang berharga, dimana para peneliti kuantitatif tidak terlalu mengindahkan hal tesebut. Peneliti kuantitatif berperilaku demikian karena mereka menganggap bahwa detil semacam itu dapat mengganggu proses pengembangan generalisasi.

Berdasarkan deskripsi di atas, kita dapat melihat bahwa peneliti kualitatif menggunakan prosa etnografik, narasi sejarah, memperhitungkan pelopor, foto, bukti-bukti sejarah, “bukti” yang difiksikan, dan materi biografi dan autobiografi. Sedangkan peneliti kuantitatif menggunakan model matematis, tabel statistik, grafik, dan pada umumnya mereka menulis penelitian mereka secara impersonal, sebagai orang ketiga yang berada di “luar kotak”

Kedalaman Hati

September 11, 2008 at 5:14 am | In Feelings | Leave a Comment

Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati? immeasureable!

Hati merupakan sebuah misteri

Bagaimana tidak?

Orang terdekat yang telah lekat sekian tahun bisa saja berbalik menjadi orang yang terjauh…

Last nite, I had a chit chat with an old friend…

segalanya tak terkira…

we spend the night, spoken heart to heart about how do we feel each other…

kami mengklarifikasi hal hal yang masih berat di hati, which was unspokenable

hal hal yang belum pernah sekalipun terucap di dalam percakapan2 ringan kami,

dan segala hal yang selama ini jadi gumpalan, menyesak di dalam rongga dada.

satu kata: relieved!

another: heartache!

kejujuran? it’s bitter… a lot! people was damn right when they said something bout white lie…

we need to tell the untruth to save our own or other’s feelings

tapi ketika the truth semakin mendesak dan mendera hati untuk dikeluarkan, Boom!

what you got is pain… so much pain till you want to suicide.

I know it was our own stupidity… trapped in the same hole for several times.

dan karena itu juga gue nggak nuntut apa-apa, seriously!

because if I say something, ask for “that thing”, it won’t be fulfilled and my heart’s will be even more torn apart…

One day, one of my beautiful student sent me a message:

“Ketahuilah bahwa Allah nggak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, dan yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik bagimu. Semoga Allah selalu memberikan hal terbaik untuk Ibu.”

when I read the sms that day, I didn’t even notice. Tapi sekarang, sms itu masih tersimpan rapi di dalam arsip hp gue dan insyaallah gak akan terhapus. Karena sms itu yang menguatkan gue sekarang.

Bahwa apa apa yang gue alami sekarang adalah yang terbaik dari-Nya…

Amin

The journey

September 11, 2008 at 4:04 am | In Feelings | Leave a Comment

Simply exhausted of what you called life.

Nothing seems quite tough, though.

I’d like to say something that we left behind, something that bothers me much lately.

What’s the meaning of our life?

Some religious people said that our life is intended to Allah…

well, just bless in disguise maybe.

Yesterday, I was at a corner of the city… on a cross roads… I was held up by the red traffic light

Something came up to my mind…

I held my breath… waiting each seconds counted upon my head.

I was waiting for my turn for speeding my motorbike and rush to the road.

Just like awaited for something.

I reflected back to my life,

I am waiting for something

Some sanctuary,

A knight, maybe…

can you gimme some? :P

networking… argh!

September 5, 2008 at 4:13 am | In 1 | Leave a Comment

pusing euyy…

setting-an yang gak jadi-jadi… ugh…

bukan karena ga jalan c, tapi mang lum dijalanin, hohohoh

abisna.. ribet! lagi gawe, eh anak2 pada masuk… gak ngerti bener dibilangin lagi maintenance, gituh…

alah… sotoy banget akuww… heheheh

yasud lah, lagi aneh aja neyh… bubuyyy..

Format Laporan Praktek Kerja…

September 4, 2008 at 12:59 am | In Tugas | Leave a Comment

Setelah searching, browsing, and bego2an depan kompi, at least… this what I got…

Bab 1: Pendahuluan

1.1. Pendahuluan
Berisi penjelasan umum tentang apa yang akan dibuat dan manfaatnya bagi objek kerja praktek
lokasi kerja praktek.
1.2. Tujuan Kerja Praktek
1.3. Metodologi Kerja Praktek
1.4. Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek
1.5. Sistematika Penulisan
Bab 2: Latar Belakang Objek

2.1. Sejarah dan Latar Belakang Organisasi
Berisi sejarah singkat dari organisasi, struktur organisasi, Jumlah pegawai, divisi yang ada di organisasi tersebut, penjelasan lebih detil pada divisi yang akan menggunakan sistem yang dibuat
2.2. Kondisi Sistem yang Berlaku
Berisi peraturan pada organisasi, batasan-batasan yang berhubungan dengan sistem , masalah yang terjadi pada sistem sekarang sehingga memerlukan adanya komputerisasi untuk penanganan atau mengatasi masalah. Aliran informasi dalam sistem
2.3. Perumusan Masalah
Berisi jawaban atas masalah-masalah yang diungkapkan pada sub-bab sebelumnya dengan menjelaskan kemampuan program secara lengkap, termasuk laporan-laporan yang akan disediakan, dan tool tambahan yang dianggap perlu.
2.4. Batasan Masalah
Berisi hal-hal yang tidak termasuk dalam sistem.
2.5. Spesifikasi Kebutuhan Sistem
2.5.1. Kebutuhan Perangkat Lunak
2.5.2. Kebutuhan Perangkat Keras
2.6. Teori-teori pendukung ( misalnya: perancangan database, DFD, algoritma yang digunakan jika ada, bahasa pemrograman yang digunakan jika diperlukan)
Bab3: Analisis dan Perancangan Sistem

3.1. Diagram Aliran Data pada Sistem.Dibuat bertingkat mulai dari DFD, diagram konteks, level O sampai level 1 atau 2 atau 3 sesuai kebutuhan.
3.2. Kamus Data
3.3. Perancangan Database
3.3.1. Proses Normalisasi atau MDL
3.3.2. Database Sistem dan Relasinya
3.3.3. Rancangan Input
3.3.4. Rancangan Output
3.3.5. Rancangan Proses (termasuk di dalamnya Flowchart, UML, algoritma dll )
Bab4: Implementasi Sistem

4.1. Implementasi Input
4.2. Implementasi Output
4.3. Implementasi Proses
4.4. Kendala dan solusi implementasi
4.5. Laporan-laporan yang dihasilkan
Bab5: Kesimpulan dan Saran

5.1. Kesimpulan
5.2. Saran

I got this from http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/index.php?itemid=9
semoga berhasil kawan-kawan… remember, hari ini (Kamis, 4 September 2008) deadline BAB 1 dan Bab 2…

CAaioo!!:)

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.