License To Wed

License To Wed

What a tempting title…
globally, this movie is only another great Robin William’s movies…
License To Wed… seems that anyone, oops, any couple who’d like to get married has to had this kind of license…
Yes, they are.
Let’s say that there’s a Father named Frank in St. Augustine church…
That Father is a so-much-even-the-most-trusted Father of all (do they have another?I guess, not)
Jadi, si pendeta ini saking dipercayanya sama masyarakat sekitar,
beliau mengadakan Pre marital course, yaitu sebuah kursus pra nikah
yang WAJIB diikuti oleh setiap pasangan yang niat nikah di gereja tersebut,
dan kalo pasangan tersebut lulus, maka mereka akan dapet sertifikat License Of Wed
Sertifikat “Layak” Nikah, tapi kalo mereka gak lulus, mereka bakal FAILED!yup, gagal and BATAL kawin!hahaha

so, jadilah pasangan Ben sama Sadie ikut kursus “aneh” itu.
Mereka, pasangan yang oh-sangat-saling-pengertian-sekali akhirnya diuji
banyak adegan simpel yang sangat umum kita alami sehari-hari (ame pasangan tentunya…hihi)
ditampilkan disitu,.. such as…
ketika si Sadie ke supermarket, pilah pilih barang wat persiapan nikah mereka, si Ben “nyerahin”
(dengan terpaksa) semua urusan persiapan tersebut ke si Sadie…
disini gue liat c, hal yang pada umumnya terjadi,…
Si cewek mah sibuk pisan nyiapin hari ‘H’, sementara biasanya cowok jadi supir setia
yang ngangguk2 aja kalo ditanya mo di gedung apa, makanannya apa, nuansa resepsinya apa

ternyata, masalah utamanya tetap komunikasi.
Ketika si pasangan tersebut merasa “Hey, we never had any fight. So we are just fine”
Justru itulah inti masalahnya
karena mereka merasa telah saling mengerti (even without speaking to each other)
teteupp yang namanya komunikasi itu penting
dan kalo lo pada nggak pernah berantem ma pasangan, watch out guys…
you are planting a time bomb on yourselves…

back to the movie!

O ya, ada sebuah scene dimana mereka dikasih sepasang bayi kembar menjijikkan(yes, they are gross)
gimana nggak, itu bayi robot tiruan yang kayak alien gitu… yieekks!
tapi bisa nangis, ingusan dan (maaf) poop..
kocak banget! pas si Ben gak bisa handle kesabarannya dan banting-banting bayi alien itu sampe kepalanya lepas!
dan dia ngelakuinnya di supermarket, in the middle of the crowd yang pastinya dia jadi pusat perhatian
karena bayi tiruan itu Oh-so-much-like-real-human-baby!!!
hahahah
(kebayang khan ada bapak stress yang nyiksa bayinya sendiri depan umum??!!)

In the end, they had their relationship tested…
dan.. yah… time’s a great healer…
pas mereka dinyatakan FAILED, ternyata mereka menguji kesiapan diri mereka masing2…
emang dasar jodoh (based on scenario) ya tetp aja mereka live happily ever after…hhohoho
senangnya…

O ya, film yang satu ini mengajarkan kita betapa pentingnya persiapan yang matang sebelum nikah
Gak cuma materi, mental dan fisik,
tapi juga stok hati… stok kesabaran dan kelapangan hati
untuk menerima segala kekurangan pasangan kita…
dan tentunya.. teteplah bagi gue, merried bukan enak-enakan,
tapi gimana caranya “ngenakin” pasangan kita… in postive way…!!!
caio…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s