9 tahun yang lalu…

9 tahun yang lalu…

Skolioser. Itulah saya. setidaknya saat ini.

Setelah 9 tahun didiamkan, akhirnya dia berontak juga.

Akhirnya ia minta diakui juga kehadirannya. Pertama didiagnosa dan pada saat itu juga divonis operasi. Apa tindakan pintar saya saat itu?

Lari. ya … lari dari masalah yang seharusnya sudah terselesaikan 9 tahun yang lalu.

2001. perkenalan pertama dengan skoliosis. itu pun diketahui setelah konsultasi online dengan seorang dokter umum(temen chatting) yang sedang bertugas di Kupang. yang akhirnya diteruskan dengan pertemuan via e mail dan konsultasi langsung dengan seorang dokter di RSCM… dan vonisnya: operasi.Dengan estimasi biaya sekitar 40-50 juta. kondisi saya pada saat itu: pengangguran tamatan SMU. sebuah vonis yang membuat saya mengundurkan diri mentah2 dari skoliosis dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Ibu saya masih “tertarik” untuk mencari pendapat kedua dari RS lain. berbekal kartu askes, saya cari pendapat kedua di RS. Pasar Rebo. vonis: operasi.

akhirnya, pendapat ketiga: RS Fatmawati. saat itu kondisi radiologi untuk ortopedi masih dialihkan ke RS Pondok Indah untuk mendapatkan hasil rontgen terbaik. Atas kebaikan hati saudara di kampung, dikirimkanlah saya sejumlah dana untuk rontgen skoliosis lengkap di rumah sakit elit tersebut. vonis: brace bersyarat. menurut tim dokter ortopedi disana, keadaan saya saat itu masih memungkinkan untuk menggunakan brace. Dengan syarat: fisioterapi 3x seminggu dan renang 1-2x seminggu.

kondisi mental: drop!

lelah mengetahui bahwa dalam kondisi itu saya dan keluarga tidak bisa berbuat banyak, maka kami menyerah. Rasanya tidak mungkin untuk mengandalkan ibu, seorang single parent yang juga hanya seorang guru SD… untuk meneruskan perawatan skoliosis ini. Toh pada saat itu saya tidak merasakan sakit yang cukup berarti.. belum… tepatnya…

estimasi peningkatan derajat kebengkokan tulang per tahun adalah 2-3 derajat. setelah 9 tahun, saya lupa berapa derajat ketika ronsen terakhir…

2010. skoliosis menggeliat manja di badan… menegur dengan halus kapan ia akan “didengar”… menggelayut manja di setiap helaan nafas… memeluk mesra di kala dingin menggigit…

2010. kembali ada di sebuah persimpangan. haruskah aku lari lagi dan melupakannya…?

3 thoughts on “9 tahun yang lalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s