Magang, Internship, atau Apprenticeship?

Magang, Internship, atau Apprenticeship?

An intern is someone who works in a temporary position with an emphasis on on-the-job training rather than merely employment (SIH-199), making it similar to an apprenticeship. Interns are usually college or university students, but they can also be high school students or post graduate adults seeking skills for a new career. Student internships provide opportunities for students to gain experience in their field, determine if they have an interest in a particular career, create a network of contacts, or gain school credit. Internships provide employers with cheap or free labor for (typically) low-level tasks, and also the prospect of interns returning to the company after completing their education and requiring little or no training. -Wikipedia

Intern adalah seseorang yang bekerja secara sementara di posisi tertentu dengan menekankan pada “latihan kerja”, namun bukan sebagai karyawan (SIH-199), mekanismenya agak mirip dengan apprenticeship. Biasanya, intern merupakan mahasiswa maupun siswa SMA atau  fresh graduate yang mencari pengalaman kerja untuk karir yang baru. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pesertanya untuk menimba pengalaman di bidangnya, juga sebagai tolak ukur akan ketertarikan mereka pada karir tertentu, mengembangkan jaringan, juga mendapatkan nilai tambahan untuk sekolah mereka. Bagi para pengusaha, kegiatan ini menyediakan tenaga kerja murah atau bahkan “gratis” untuk pekerjaan tingkat rendah. Internship juga membuka peluang kerja bagi para siswa untuk bekerja di perusahaan/ institusi tersebut setelah pendidikan mereka selesai.

Apprenticeship is a system of training a new generation of practitioners of a skill. Apprentices (or in early modern usage “prentices”) or protégés build their careers from apprenticeships. Most of their training is done on the job while working for an employer who helps the apprentices learn their trade, in exchange for their continuing labour for an agreed period after they become skilled. Theoretical education may also be involved, informally via the workplace and/or by attending vocational schools while still being paid by the employer.

Apprenticeship adalah sebuah sistem pelatihan generasi baru bagi para praktisi bidang keahlian tertentu. Apprentices (saat ini lebih dikenal dengan sebutan prentices) atau proteges membangun karir mereka melalui apprenticeship. Sebagian besar pelatihan ini dilakukan sambil bekerja di sebuah institusi/ perusahaan yang memberikan kesempatan pada prentices untuk memperdalam keahlian mereka dan meningkatkan “nilai jual diri” mereka setelah mereka dinilai ‘ahli’ dalam bidang tersebut. Pendidikan teoritis juga dapat disisipkan dalam kegiatan ini secara informal melalui tempat kerja mereka atau dengan mengikuti “sekolah vokasi “, sementara prentices tetap mendapatkan bayaran dari institusi tersebut.

ma.gang
[n] (1) calon pegawai (yg belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah krn dianggap masih dl taraf belajar): (2) calon ahli: ia sudah cukup lama menjadi — di kantor itu – KBBI Online

Kegiatan magang ini menjadi ambigu tanpa adanya pemahaman yang jelas dari pihak siswa/ mahasiswa. Padahal, kalau kita mau melihat sejenak apa arti sesungguhnya dari kata magang itu sendiri… semua sudah jelas:

Magang adalah calon pegawai (kadang terserah peserta magang, mau tetap bekerja di perusahaan tersebut atau hengkang?) yang belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar.

Melihat magang dan berbagai fenomena yang timbul, akhirnya semua berbuntut kepada keuangan. atau biasa kita sebut UUD (ujung ujungnya, duit..)

fair, bagi seorang mahasiswa/ siswa- mereka butuh uang. jadi kalau mereka sedang magang, biasanya mereka mengharapkan sedikit kebijakan dari institusi tempat magang untuk memberikan dana kompensasi atas waktu, pikiran dan tenaga yang mereka curahkan di tempat magang.

Namun, di sisi institusi/ perusahaan, dengan menerima siswa magang, mereka dihadapkan pada sebuah kondisi gambling. Ketidakjelasan keahlian dari peserta magang, dan hasilnya yang untung-untungan bisa mencapai standar pekerjaan yang mereka berlakukan di tempat mereka.

sebenarnya semua kesalahpahaman bisa diselesaikan dengan adanya komunikasi dan deskripsi kerja yang jelas antara institusi dan peserta magang, sehingga akan muncul sebuah kesepakatan yang menenangkan ketiga belah pihak (peserta magang, institusi dan sekolah/ universitas).

Intinya, komunikasi.

Cheers. ^_^


2 thoughts on “Magang, Internship, atau Apprenticeship?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s