Perawatan Skoliosis

Perawatan Skoliosis

Here we go again… same story, different setting

Di bawah ini adalah situasi di RSCM Kencana ketika saya screening skoliosis setelah 8 tahun lamanya… hahahaha

Dokter (D) dan Saya (S)

D: (pasang foto rontgen) hm, jadi ini foto dulu ya? tahun berapa?

S: 2002, dok

D: (ambil penggaris, ukur2 kebengkokan tulang yang ada di foto) hmm… kayaknya besar nih… mana di lumbal lagi

S: (mulai keringet dingin)

D: Hm, dari foto “dulu” ini dah lebih dari 36 derajat… kayaknya operasi nih kamu… mungkin sekarang dah 60-an

S: (makin keringet dingin) Ha?? operasi dok?

D: Iya, tapi nggak usah khawatir… kita liat aja dulu… observasi… kamu foto aja lagi ya.. ronsen lagi khusus skoliosis program

S: (pucet!) terus, untuk sementara ini, apa yang bisa saya lakukan, dok?

D: Hm, jalani saja hidup seperti biasa

S: (membayangkan hidup seperti biasa dengan bahu + tangan kanan kaku setiap pagi dan nyeri punggung) Oh… no…

D: santai aja… nikmati saja hidup ini.

S: Oh, oke dok….tapi tangan saya ini apa akibat dari skoliosis juga dok?

D: Ya… tubuh itu ibarat mobil. Kalo bannya kempes, tapi tetap dibiarkan dan dipaksa jalan terus maka balljoint-nya bisa rusak, dsb. Nah, dalam kasus ini.. ya kurang lebih sama… tapi kita liat lagi nanti setelah foto yah…

Dan percakapan seterusnya adalah  canda ringan dan wejangan  bahwa skoliosis bukanlah sebuah penyakit yang harus disembuhkan melainkan keadaan (cacat) yang harus ditatalaksana… Beliau juga bilang… serahkan semuanya ke pihak yang berwajib (tenaga medis, red),

jangan habiskan waktu, uang dan tenaga untuk terapi yang katanya bisa meluruskan tulang belakang. Solusi skoliosis untuk kurva di atas 40 hanya 1, OPERASI.

Dan kalo pasien ndak mau operasi tapi mau kurvanya ndak bertambah? Ya… tiduran aja sampe tidur selamanya. Jangan bergerak. Jangan beraktifitas. Maka dijamin kurva anda tidak akan bertambah. heheh… nice, isn’t it?

selain itu dokter juga menambahkan bahwa skolioser juga bisa berprestasi… bahkan ada pesilat juga skolioser. Tapi buat saya pribadi, bukan itu masalahnya. Masalah klasik.

Hm.. baru sadar kalo selama ini saya nggak punya jaminan kesehatan di lembaga apapun.

Keluar dari ruang konsultasi, dokter yang ada di bagian administrasi menanyakan kapan saya akan mengikuti saran dokter ortopedi untuk rontgen skoliosis program.

Saya hanya terdiam. Dan berpikir apakah kali ini langkah saya benar?

Membuka kembali lembaran untuk perawatan skoliosis membawa saya kembali ke dilema yang sama 8 tahun lalu. Ketika biaya  rontgen skolosis program hanya 350 ribu dan operasi hanya sekitar 50 juta. Dibandingkan sekarang? Informasi yang saya dapat untuk rontgen saja harganya sudah naik 2 kali lipat… operasi? di RS jakarta? Only God knows how can I afford that

8 tahun lalu. Saya putuskan untuk berhenti bersentuhan dengan skoliosis yang dengan centilnya masih mencengkram di belakang tubuh saya. Skoliosis yang masih mendesak rusuk saya untuk lebih bermesraan dengan organ yang dilindunginya. bukan karena tidak ingin menjadi normal. Tapi di negeri ini, hanya orang kaya yang boleh sakit…selebihnya? dibiarkan sampai Allah memanggil mereka

Dilema ini kembali menghempas. Diteruskan atau tidak?

14 thoughts on “Perawatan Skoliosis

    1. @azumirezu… thanks for stopping by…🙂
      The pain is still there, indeed… but Allah always there for us, too.. ^_^

  1. Semangatt kak,, akuu sudah operasi di mahkota hospital malaka, sama dr sivvanesan thirumurti , bijaksana bgt:) pertama dia dak ♏αŮ ngoperasii ,tapii krna obrolan yg pdat ϑαπ jelas, dg cepat beliau ϑαπ dr zaki menenrukan wktu yg tepat untuk operasi, hanya perlu tes darah ϑαπ xrai, ituu pun cepat,operasi 4 jam,tidak masuk icu,darah hanya habis 1 kantong,ituu semuaa karna usaha dr siva ϑαπ dr zaki tidak mauu mengecewakan pasien indonesia yg jauh2 berobat ke melaka ini ϑαπ biaya pun hanya 45rb RM kira2 125jt,7 hari opname sudah bisa jalan seperti biasa, perwatan pun excelent bgt, dr selalu give support, perawat friendly, ahhh macam dak sakit,:) hehe

    1. Hai Santi… Salam kenal🙂 nama saya Fitri, saya sedang mencari 3rd opinion untuk operasi scoliosis adik sepupu saya. Boleh tolong minta contact kamu yah supaya saya bisa hubungi untuk referensi ke mahkota hospital malacca. Tks.

  2. waaahhh.. skrg operasi di rscm di poli madya denger2 60-70 juta.. ngerii.. gmn yah bs dpt duit sbnyk itu -_-
    klo pke Kartu Jakarta Sehat ktnya bs geratis tp mslhnya aku ndak ada ktp jakarta :,(

    1. Oh ya? waktu itu sih dr salim bilang, diproses saja, urusan biaya bisa dibantu… cuma ya sampe sekarang aq belum operasi.:P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s