Travel Cipaganti

Travel Cipaganti

Rumah di Depok, kuliah di bandung….

yau bu yau… NB saya bolak balik Depok-Bandung.

Seperti biasa, saya menggunakan jasa travel langganan yang terkenal cukup nyaman dengan tarif yang lumayan… Cipaganti.

Saya pesan satu seat untuk keberangkatan pukul 14.00, dengan perkiraan akan sampai di Depok pukul 17.00

So, pukul 14.10 berangkatlah saya dan beberapa penumpang lainnya menuju pool Detos.

Saya mendapatkan seat nomor 4 (di tiket) ternyata saya dianjurkan untuk duduk di kursi nomor 5… (persis samping jendela)

Ketika masuk ke dalam mobil, suhu terasa sangat panas.. (serasa di oven). Penumpang yang duduk di depan saya mulai komplain dan minta agar supir menyalakan AC. Kemudian si supir mengatakan bahwa penumpang harap bersabar karena AC baru saja dinyalakan (what the..?)

Sampai di bawah jalan layang pasopati, suhu tidak berubah turun malah semakin panas… beberapa penumpang yang duduk di depan meraba ventilator AC untuk memastikan bahwa AC telah menyala.. namun sia sia karena hanya hawa panas yang terasa…

Akhirnya, beberapa penumpang yang duduk di samping jendela berinisiatif untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara…Sesaat setelah memasuki tol dari arah pasteur, tiba-tiba supir menepikan mobil. Ia meminta agar penumpang menutup semua jendela agar AC-nya bisa “terasa” (aneh…)

Kurang lebih 10 menit, usaha tersebut ternyata sia-sia karena penumpang semakin kegerahan… kami pun kembali membuka jendela lebar-lebar.

Sampai di rest area, supir mengarahkan mobil ke pom bensin. Setelah menepi di salah satu counter premium, membuka tutup tangki bensin, tanpa ba-bi-bu, supir menutup semua jendela dari luar. Tentu saja para penumpang yang tengah kegerahan, semakin merasa “gerah” dengan tingkah supir yang terkesan semena-mena.

Sampai di point pemberhentian Cipaganti, seorang wanita yang duduk di depan saya menelepon kantor Cipaganti dan mengadukan perihal AC mati dan perilaku supir yang kurang ramah…

saya, yang terlanjur mandi peluh, langsung turun dari mobil dan membeli segelas ice lemon tea dan setangkup roti. Ketika kembali ke mobil, ternyata sang supir dan penumpang yang komplain tadi telah bersiteru. Si penumpang minta pindah dan si supir tetap bersikukuh bahwa AC-nya berfungsi dengan baik, bahkan dinginnya bisa menusuk tulang (tulang nyamuk, mungkin…)

Dari pihak petugas yang stand by di point Cipaganti tersebut nampaknya belum ada solusi. Akhirnya karena saya ingin cepat sampai di Depok, saya tidak terlalu peduli dengan suhu panas… toh masih bisa “curi-curi” buka jendela kalau mobilnya sudah jalan.

Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung…

tak lama setelah mobil jalan, ada petugas cipaganti yang ikut dalam perjalanan kami (mungkin ingin memeriksa seberapa menusuk tulangnya AC di mobil tersebut) dan menyarankan pada supir untuk mengganti mobil.

Akhirnya,  kami harus turun dan bersabar untuk menunggu mobil ganti.  Secara fisik, kondisi mobil ganti pun tak jauh berbeda dengan mobil yang pertama.. bahkan terlihat beberapa part-nya telah lapuk dimakan usia

15 menit kemudian, mobil ganti telah siap dan kami meluncur ke Depok.

Maybe today was not a pretty good day for me…

Maybe that was only my bad luck…

dan.. semoga saja Cipaganti dapat melayani konsumen dengan lebih baik…amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s