Review RSIA Andika

Review RSIA Andika

Tulisan saya berikut ini merupakan hasil pengalaman pribadi, bukan sebagai promosi dan tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. This is my blog anyway. U like it? Stay. Don’t like it? Leave.

Hi. I’m a mother of a baby boy named Syafiq Wira Perkasa (Asa) yang lahir dengan operasi SC di RSIA Andika pada tanggal 20.12.2012 pukul 00.42.

Berikut adalah pengalaman saya melahirkan di RSIA Andika, Warung Sila, Jagakarsa. Tulisan ini dibuat untuk memberikan review secara pribadi berdasarkan pengalaman saya yang mengalami kesulitan ketika ingin mencari informasi tentang rumah sakit bersalin yang akan saya gunakan jasanya. Untuk hospital tour secara fisik, terkadang sulit bagi kita para bumil dan pamil (papa2 yang istrinya lagi hamil). Karena keterbatasan waktu dan juga sambutan dari pihak rumah sakitnya sendiri.

Ketika hamil Asa, saya berkonsultasi dengan para obgyn di RSIA Aulia Jagakarsa: Dr. Adi (uk. 0 sampai 4 bulan) dan Dr. Winur (4-9 bulan). Kenapa akhirnya saya memutuskan untuk tidak melahirkan di RSIA tersebut? Klise. Biaya. Soal pelayanan, sebetulnya saya lebih prefer ke RSIA Aulia. Para staf dan bidannya jauh lebih ramah dan bersahabat. Namun ketika muncul rekomendasi saya harus SC akibat kelainan tulang belakang (skoliosis lumbal) yang saya derita, maka mulailah saya “berburu” rumah sakit bersalin yang biaya operasi SC-nya lebih “ramah” di kantong. Berhubung biaya persalinan harus kami tanggung sendiri, tanpa ada asuransi dari pihak manapun. J

Akhirnya pilihan jatuh ke RSIA Andika. Biaya operasi SC di RSIA ini lebih terjangkau dibandingkan dengan RSIA lainnya. Pertanyaan2 lain muncul:

  1. Support IMD? Yes and No. Kabarnya, semua persalinan (normal) di RS ini menerapkan IMD. Hanya sayangnya, untuk operasi SC, saya harus agak “memaksa” bidan melalui obgyn-who was extremely helpful, Dr. Tagor- untuk mengizinkan saya IMD. Mengenai IMD ini, kayaknya waktu itu agak “abal2” karena Asa hanya diletakkan di dada saya sekitar 10-15 menit. Mungkin baru saya pasien SC yang insist untuk IMD karena bidannya terlihat “kurang berpengalaman” dalam hal IMD ini. Asa sampai hipotermi dan masuk inkubator karena ketika IMD, Asa hanya diselimuti “seadanya”. Saya pun sangat tidak menyangka kalau saat operasi SC kedua tangan pasien dilekatkan berbagai macam peralatan medis macam infus dsb, sehingga ketika IMD, saya tidak bisa mendekap Asa L dan skin to skin. Waktu IMD ini saya hanya bisa menangis terharu memandangi Asa yang masih merah. Dan… menangisnya saya mengakibatkan hidung mampet sampai saya tidak bisa bernafas melalui hidung dan harus bernafas melalui mulut. So, IMD buat saya? Gagal.😛
  2. Rooming In (Rawat gabung ibu dan bayi)? Yes, indeed. Saya acung jempol buat yang satu ini. Saya masuk ruang rawat sekitar pukul 02.00, sekitar jam 04.00 Asa dah diserahkan ke saya oleh suster. Dan 3 hari berikutnya selama di RS, Asa hanya diambil suster kalau mandi dan poop. Tapi hari pertama kami sudah ganti popok Asa sendiri (papanya yang insist mau belajar katanya,hihi) J Sukses rooming in!
  3. Pro ASI? Yes, indeed. Ini adalah salah satu RS yang “maksa” para ibu2 baru melahirkan untuk menjalani kodratnya untuk menyusui J. Paska operasi sekitar jam 04.00, Asa langsung ditaro di dada saya, persis posisi IMD kalau melahirkan normal, artinya posisi Asa kaki di perut saya dan dia eksplor sendiri sampe dapet puting. Susternya juga ngajarin saya untuk bisa latch on alias perlekatan menyusui yang benar. Selama ini khan saya cuma tahu teorinya, pada prakteknya Alhamdulillah sukses. J Dan saya sempat dengar ada ayah baru yang meminta suster untuk kasih anaknya sufor karena ASI istrinya belum keluar, tapi susternya bilang kalo istrinya harus nenenin aja biar rangsang ASInya keluar dan susternya ga ngasih sufor ke si ayah baru tersebut. J
  4. Nakes yang ramah? Yes and No. Obgyn-nya, Dr. Tagor ramah abis… enak diajak konsultasi dan sangat2 helpful kalo ada pertanyaan di luar jadwal konsultasi. Bahkan beliau ketika saya sms, beliau membalas dengan menelepon saya. Susternya? Untung-untungan, ada yang ramah ada yang nggak. Normal yah, namanya juga manusia.. apalagi kalo load kerja mereka lagi tinggi yang mungkin stressful juga kali yah. J

    Satu poin penting, waktu saya survey langsung ke RS ini sebelum melahirkan, ada salah satu staf resepsionisnya yang ramah abis sampe membuatkan saya catatan peralatan apa saja yang perlu dibawa untuk persiapan melahirkan (penting, tiap RS beda2 lho). Si mbak ini ramah, baik dan luar biasa tanggapnya. Waktu saya tanya tentang kamarnya, beliau langsung mempersilakan saya untuk naik ke atas dan MENGANTAR saya dan suami untuk lihat2 kamar. Bahkan sampe nawarin saya untuk foto tiap ruangannya. Great banget. Berasa turis yang lagi liat2 kamar hotel. Seumur2 hospital tour, saya baru dapet pelayanan seperti ini. J

  5. Kebersihan? Yup. Namanya juga RS yah, itu poin paling penting. Alhamdulillah ini RS bersih, rapi dan homey banget.
  6. Ruangan?Okeh. Ruangan RS-nya nggak “RS banget”. Ranjangnya bukan ranjang besi kayak di RS kebanyakan. Mereka pake ranjang kayu persis kayak di rumah gitu. Kasurnya spring bed dan dialasi “perlak” gt deh baru sprei. Ada staf yang bakal rapiin kamar kita setiap pagi (kalo kita dah bisa bangun ya disuruh bangun supaya dia bisa rapiin tempat tidurnya :D)
  7. Transparansi biaya? Yup. Di RS ini, setiap akan ada tindakan kita akan dikasih tahu biayanya berapa. Jadi kita bisa “siap2” kali aja ga sesuai kantong, bisa antisipasi khan. J
  8. Lotus Birth? Berbahagialah yang bisa melahirkan normal. Disini, lotus birth merupakan “prosedur standar” partus normal. Menurut susternya, kebijakan ini sudah diberlakukan sejak bulan November. Hiks,jadi agak sedih karena saya caesar dan ga bisa lotus birth. L Ada yang lucu mengenai lotus birth ini. Sebagaimana “prosedur standar”, maka kebijakan ini tidak memerlukan persetujuan keluarga, bukan? Nah, sebagian orang tua yang mungkin belum paham manfaat lotus birth menganggap bahwa lotus birth ini *maaf* menjijikkan, merepotkan dan gak penting. Bahkan ada nenek dari bayi yang baru lahir minta ke susternya untuk segera memotong tali pusat cucunya yang baru lahir. Susternya insist ga akan dipotong minimal 24 jam setelah kelahiran. Dan neneknya misuh-misuh. L Well, saya yang setengah mati pengen lotus birth malah gak bisa…

Dari semua “plus2 ” di atas, minusnya menurut saya adalah:

  1. Ruangan kelas 3 itu dihuni 3 pasien, tanpa kamar mandi di ruangan. Jadi kamar mandinya di luar. Maklum, ini kelas “termurah”.😀
  2. Ruangan kelas 2 dihuni 2 pasien, kamar mandi di ruangan. Minusnya adalah… klosetnya jongkok, sodara-sodara! Kebetulan saya ambil kelas ini. Dan, ketika kita, caesarean yang baru lepas kateter, untuk jongkok ajah kan perjuangan yah… terus pake WC jongkok itu nggak banget. Alhasil… disinilah ilmu senam hamil berguna. Untungnya sempet ikut kelas hamil, jadi waktu hari kedua lepas kateter dan harus BAK, saya ke kamar mandi sendiri dan jongkok sambil jinjit (gak usah dibayangin) heheheh.

2 thoughts on “Review RSIA Andika

  1. Halo mama Asa salam kenal..saya linda setelah saya baca curhatnya tentang Rs. Andhika ada yg mau saya tanyakn sebelumnya ini adalah kehamilan sya yg ke 2 dr anak pertama sampai sekarang saya selalu masih konsultasi n lahiran anak pertama di Rs. Puri cinere dng proses CS.

    Karna kondisi keuangan yang mulai menipis😥 sya lagi cari2 Rs yg biayanya CSnya terjangkau, karna HPL saya di bulan februari sebelumnya saya sudah tanya2 ke Rs. Andhika untuk biaya CS tapi rencana mau konsultasi di Dr. Dian trus sya mau tanya CS di Andhika pakai jahitan or lem ya karna kebanyakan yg di jahit jadi keloit..?

    Trus yang saya tanyakn ke bagian admin biaya CS belum termasuk biaya obat n transfusi darah kalau saya boleh tahu maaf kira2 total biaya yang harus dikeluarkan berapa ya..?

    Tks ya mama Asa.

    1. hi mom linda, salam kenal juga.
      Maaf baru reply mom *baru sempat*
      kalau ndak salah sih *liat bekas luka SC* kayaknya di-lem ya mom.. soalnya bekasnya cuma “ngegaris” gitu aja dan gak pake acara “lepas jahitan”

      Untuk info lainnya, mom silakan e mail aq aja di inn3_r14@yahoo.com, nti aq “beberkan” semuanya.. hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s