Siswa: Dulu dan Sekarang.

Siswa: Dulu dan Sekarang.

Ketika gue memutuskan dan meyakinkan diri mengambil jalan hidup menjadi seorang guru, Allah benar-benar menguji keyakinan dan keteguhan hati gue. Tawaran lowongan menggiurkan datang dari sana sini, menggoda untuk diterima. Alhamdulillah sampe sekarang masih istiqomah dan konsen urus anak-anak di sekolah. Rasanya, waktu di sekolah berlalu demikian cepat. Gak terasa tau-tau bel pulang sudah berbunyi dan gue masih keenakan di ruangan, urus ini dan itu. 

Kasus demi kasus yang dialami para siswa muncul satu persatu, bahkan muncul bersamaan tanpa undangan.

Mulai dari kasus perceraian orang tua, kurang kasih sayang sampe anak yang benar-benar ndak dipedulikan sama orang tua tanpa ada alasan yang jelas. 

Inti dari sebagian besar kasus siswa yang muncul: orang tua.

Kita sebagai orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik, namun kadang kita lupa kalau zaman sudah berubah dan ujian hidup anak-anak sudah berganti gaya. Zaman dulu, kakek nenek kita kalau mau sekolah harus jalan kaki berkilo-kilo jaraknya, bangun pagi-pagi sekali, kerja dulu bantu orang tua di rumah baru bisa berangkat sekolah. Anak sekarang? ndak perlu bangun barengan ayam berkokok, mau ke sekolah tinggal pencet tombol starter di motor. Beragam kemudahan memanjakan mereka, sampai akhirnya mereka terlena dan lupa bahwa sesungguhnya twitter, facebook, path, dan semua kawan-kawan sosial media itu adalah ujian mereka. Yang sedihnya, mereka anggap bahwa sosmed adalah “sahabat yang paling mengerti mereka”. Karena? Nggak ada orang yang mau dengerin mereka lagi. Orang tua sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sebagai guru, gue pun gak punya daya untuk menjamah mereka satu per satu karena keterbatasan daya dan diri. 

Anak sekarang dan anak dulu, bedanya bagaikan bumi dan langit. Anak sekarang butuh informasi apapun tinggal tap logo G besar di layar ponsel mereka dan Voila! mereka dapet infonya. Anak dulu, harus berkutat berjam jam di perpustakaan atau ngubek pasar buku murah di sepanjang pasar Senen supaya dapat informasi yang mereka cari. 

Anak dulu kesenangannya main karet, bulu tangkis, bola bekel, galasin, batu 7, layangan, gundu, dkk. Anak sekarang? flappy bird, angry bird, semua yang berbau burung. dari palsu sampe asli. 

Gue sampe bingung dengan candaan murid SMK kelas XII di depan gue. Bercanda ngomongin “coblos mencoblos” (konotasi pornografi) dengan cueknya.. T_T’ sedih… miris… 

Pernah juga beberapa kali gue liat anak murid melawan orang tuanya di depan kantor TU karena debat soal sekolah tempat ia akan dipindahkan. Hellooo??? apa kabar tata krama? pengen rasanya gue getok aja tuh anak. Tapi karena sekarang dah gak bisa getok sembarangan urusannya bisa sampe Komnasham. -__-“

Anak sekarang dididik dengan televisi, sinetron, dan gaya hidup hedon  dari luar jor joran tanpa saringan. Anak dulu? kerjaannya sekolah, bantuin nyokap jualan atau bokap ngarit, sorenya ngaji, malem belajar dan tidur. gak heran daya juang anak dulu sama sekarang timpang banget. 

Anak sekarang dikasih pe er banyak aja ngeluhnya sepanjang jalan kenangan… dikiranya gurunya hobi gitu ngerjain mereka. 

Nggak bisa ujian praktek, bisanya misuh misuh dan nangis… padahal salah sendiri ga belajar.. 

Tugas dikasih deadline, gurunya disamain sama macan… huft. gimana kalo dah pada kerja mbak, mas? kerjaan kantoran itu isinya deadline. kalo nggak kesampaian itu target, wassalam ente pada ditendang! Buruh aja kalo ga sampai target produksi,kontraknya gak diperpanjang… 

So, what do you expect anyway? 

gue optimis dari sekian banyak kasus yang mereka hadapi, sebagian akan muncul siswa/i harapan bangsa yang benar-benar bisa diharapkan. Kadang lucunya, di satu kelas itu bisa betul-betul jadi bumi dan langit bedanya. Yang pinter bener-bener keblinger, yang ketinggalan, bener-bener amsiong kalo ujian. 

Gue berharap banyak dari para murid sekarang ini. Semoga Tuhan selalu membimbing dan mengarahkan jalan mereka. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s