Pelayanan BPJS di RS Hermina Depok (2)

Pelayanan BPJS di RS Hermina Depok (2)

Jumat, 17 April 2015

Sejak pukul 5 pagi kami sudah bangun dan bersiap untuk tindakan hari ini. Well, akhirnya hari yang ditunggu datang juga.😦

Setelah mandi, sekitar pukul 06.00, suster datang dan memeriksa tekanan darah. Setelahnya dilakukan skin test untuk memeriksa apakah saya ada alergi dengan antibiotik yang akan diinjeksikan atau tidak. Skin test ini terasa sakit karena disuntikkan di bawah kulit.

Setelah dipastikan tidak ada alergi, dua orang suster datang lagi untuk memasang venflon (kepala infus) di lengan kiri saya. Menurut susternya, pembuluh darah saya tipis sehingga agak sulit untuk dipasangkan jarum infus. Akhirnya terpaksa ditusuk dua kali deh. Maknyus..😛

Untungnya perawatnya baik. Kalau ndak, mungkin saya juga sudah mencak mencak.. hahaha

Infus sudah terpasang, kemudian saya diinjeksikan anti biotik. Suntikan obat ini terasa pegal banget dan agak dingin. Setelahnya saya hanya menunggu sambil berdoa dan dihibur oleh suami tercinta. hehe

Sekitar pukul 08.00, datanglah dokter anestesi, dr. Ridwan yang sudah siap dengan kostum operasinya. Beliau menyapa kami dengan ramah dan kembali memeriksa status kesehatan saya dan memastikan bahwa saya tidak alergi dengan obat-obatan tertentu, khususnya obat bius.

Setelah itu, saya dipindahkan ke ranjang lain untuk dipindahkan ke ruang operasi. Sempat transit di depan ruangan observasi sambil menunggu dr. Fahmialdi.

Kurang lebih pukul 08.30, dr. Fahmialdi datang dan saya pun masuk ke ruang operasi.

Selama perjalanan dari ruang observasi (yang deket banget) itu terasa lamaaa sekali dan saya hanya bisa berdoa dan bershalawat sebanyak-banyaknya agar hati ini tenang. Maklum, saya akan menghadapi bius total yang pertama.

Sampai di dalam ruang operasi, ternyata perawat lupa menggantikan kostum saya dengan baju operasi. Alhasil perawat menggantikan baju saya di dalam ruangan operasi. Malu? banget! tapi apa daya.. saya pasrah aja karena sudah tergolek di tempat tidur.

Proses di ruang operasi cepat dan perawat sangat sigap.

Selesai ganti baju, tangan kanan saya direntangkan untuk dipasangkan monitor jantung, sementara tangan kiri saya direntangkan oleh dokter anestesi untuk disuntikkan obat bius melalui venflon. dr. Ridwan bilang kalau saya tidur saja kalau mengantuk, jangan dilawan. Saya pun menurut. Obat yang disuntikkan melalui venflon langsung terasa menjalar ke seluruh tangan hingga bahu sebelah kanan. Seketika tenggorokan saya terasa sangat kering dan haus sekali. Sekejap kemudian, semuanya serasa berputar.

Saya hanya sempat melihat pantulan saya yang sedang “diproses” melalui langit-langit kamar operasi. Sekilas, teringat ketika operasi SC saat melahirkan Asa. Lalu kemudian, semuanya gelap.

Ketika saya membuka mata, saya pikir proses kuretase belum selesai. Ternyata saya ada di ruang pulih sadar. Saya mencoba membuka mata namun rasanya masih pusing luar biasa.

Saya hanya mampu memicingkan mata dan melihat suami ada di sebelah kiri sambil berusaha membuat saya tersadar. Antara sadar dan tidak, saya ingat kalau saat itu saya sempat menangis histeris dan agak meracau karena telah kehilangan calon bayi saya. Saya minta maaf kepada suami dan mas Asa, anak kami yang pertama. Seingat saya, sempat tetangga bilik sebelah terdengar menyemangati saya dan mengatakan bahwa ini semua sudah takdir-Nya. Dan suami pun berusaha menenangkan saya.

Dan saya pun tertidur kembali.

Sampai saya nggak tahu itu sudah jam berapa ketika ibu dan bapak mertua datang menjenguk. Saya tetap belum sanggup membuka mata karena kepala masih terasa berputar dan berat.

Mungkin satu jam setelahnya, ketika mama dan mas Asa datang saya baru sanggup membuka mata.

Sekitar pukul 15.00, suster datang untuk memeriksa tekanan darah dan mengambil sampel darah untuk diperiksa kadar Hb. Perawat mengatakan bahwa jika tidak ada masalah pada tensi dan kadar Hb normal maka saya diperbolehkan pulang

Alhamdulillah semua pemeriksaan menyatakan kondisi saya sudah baik, tinggal memulihkan pusing akibat bius saja dan kami boleh pulang. Pukul 17.00 suami menyelesaikan administrasi di lantai 1.

Sekitar pukul 18.30, kami sudah keluar dari RS dan pulang ke rumah.

Biaya total rawat inap: Rp. 4.177.000 (Ditanggung BPJS)

Vitamin penambah darah: Rp. 11.300 (pribadi)

Laminaria: Rp. 133.000 (pribadi)

Total biaya tambahan: Rp. 144.300

Inti dari semua proses ini adalah…

Kami bersyukur dan berterima kasih dengan adanya program BPJS ini. Pelayanan yang diberikan oleh RS. Hermina Depok sangat baik dan nyaman. Saya tidak merasakan adanya pembedaan antara pasien BPJS dan pasien reguler.

Berdasarkan pengalaman ketika mas Asa dirawat (sebagai pasien reguler), kami mendapatkan pelayanan yang sama.

BPJS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kelas menengah seperti kami yang memang belum sanggup untuk membayar premi kesehatan asuransi swasta. Setidaknya, kami bisa tenang karena ketika harus rawat inap kami tidak perlu memikirkan biaya deposit kamar.

Ketika mas Asa dirawat tahun lalu, kami diwajibkan membayar deposit sebesar 10 kali lipat dari biaya sewa kamar per hari. Itu adalah kebijakan dari RS. Hermina.

Alhamdulillah, semua proses mulai dari persiapan hingga pemulihan semua berjalan dengan lancar. semoga program BPJS ini dapat memberikan manfaat ke seluruh lapisan masyarakat.

Dan semoga, RS Hermina Depok dapat terus konsisten memberikan pelayanan terbaik terhadap semua pasien. Amin

10 thoughts on “Pelayanan BPJS di RS Hermina Depok (2)

  1. Saya pun sependapat dengan Ibu diatas, saya baru menjalani operasi hemoroid/wasir di RS Hermina Depok 10 hari yang lalu, menggunakan fasilitas BPJS, memang betul untuk pelayanan di RS tersebut memuaskan, dari pelayanan suster hingga pelayanan dokter nya ramah-ramah, tidak dibedakan dengan pelayanan pasien reguler.
    Saya sangat merekomendasikan untuk RS Hermina Depok
    Bravo….

    1. Alhamdulillah… semoga sehat selalu ya pak. Paling tidak dengan adanya BPJS, kita berani ke dokter tanpa harus khawatir dengan biaya deposit di awal🙂. Prosedurnya memang berbeda dengan reguler dan butuh kesabaran. Tapi sudah lebih baik daripada pelayanan di RS pemerintah yang OVERLOAD pasien🙂

  2. Saya berniat lahiran dgn sc di RS Hermina Depok jg dan sempat ada ragu dgn service nya jika menggunakan BPJS. Alhamdulillah dgn membaca postingan ini memberikan aura positif ke saya.
    Mohon doa nya utk kelahiran saya…^^

  3. Mba saya mau tanya,saya mau operasi caesar karna ada kista,jd dirujuk untuk caesar,apakah di hermina ditanggung semua atau hanya ada batas berapa juta gitu.terima kasih mba

    1. maaf ya mbak, kalau soal itu lebih baik ditanya ke pihak RS Hermina karena plafon tergantung kelas BPJS kita…tapi, setahu saya sih karena Hermina itu faskes tingkat dua jadi akan ada biaya-biaya yang nggak dicover. Kalau di faskes tingkat tiga (RS tk nasional seperti RS Fatmawati dsb) maka biasanya ditanggung semua, tapi ya.. ngantrinya nggak manusiawi😛

  4. Sayangnya hal itu agak berbeda dengan RS Hermina Bekasi, mereka harus diskusi dengan pihak manajemen dan keputusan baru bisa didapat 1-2 minggu. Akhirnya kami pun berpindah ke RS lain tanpa BPJS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s