8 Alasan Stalking @ikanatassa di Twitter

8 Alasan Stalking @ikanatassa di Twitter

Post #35

Pernah dengar nama Ika Natassa? Hm, she’s one of my favorite author. 

Kenapa suka sama buku-bukunya kak Ika? simpel. Karena karyanya anti-mainstream. Ringan untuk dibaca tapi sangat membuka wawasan karena beliau selalu menulis dengan dukungan data dan riset yang mendalam. Melalui buku kak Ika, gue jadi tahu gimana kehidupan seorang bankir, dokter jantung, engineer minyak, arsitek dan … the last but not least… penulis.

Well, enough about her.

So, her new breakthrough is writing “The Architecture of Love” via #PollStory. Menurut blog Twitter Indonesia , buku ini adalah buku pertama yang ditulis dengan bantuan twitter dan follower sebagai penentu jalan cerita.

Makanya gue bilang Ika Natassa itu anti-mainstream. Beliau selalu punya cara unik untuk tampil beda dan menarik.

The Architecture of Love ini dibuat dengan format yang kece banget. Makanya gue kasih judul yang agak catchy sedikit di postingan gue kali ini.

8 Alasan Stalking @ikanatassa di Twitter:

  1. Gratis. Indonesian always love free stuff. Lo bisa baca ceritanya tanpa bayar biaya langganan.
  2. Terbitnya pasti. “The Architecture of Love” nongol setiap hari selasa dan hari kamis,  jam 9 malam.
  3. Alurnya lo yang tentuin sendiri. Di akhir cerita, lo bisa menentukan bagaimana nasib tokoh-tokoh di dalamnya.
  4. River dan Raia. Dua nama ini aja dah unik
  5. Nggak ngebosenin. Dibatasi dengan 140 karakter per post, sebelum bosan lo dah mati penasaran.
  6. Bikin nggak bisa tidur. Oke, ini agak lebay, tapi ini beneran. Waktu awal gue ngikutin #Pollstory ini di bulan Desember 2015, sempet nggak bisa tidur karena dari episode 1 aja dah bikin gue attached
  7. Berusaha melupakan kalenderWell, nungguin hari Selasa ke Kamis sih sebentar ya, tapi dari hari Kamis ke Selasa itu yang bikin nyesek! Alhasil setiap hari Kamis sampai Selasa kadang gue lupain sejenak aja tuh #Pollstory daripada nelongso…
  8. Merasakan writer’s block tanpa merasakannya. Nah loh? maksudnya, kak Ika menggambarkan sindrom itu tanpa membuat gue mengalaminya. Malah jadi terinspirasi.

Satu hal lagi menurut gue, kak Ika itu orang Medan asli, beneran, nggak boong! Soalnya kalo marahin PLN soal pemadaman listrik, heboh dan gue aja bacanya serem… hahaha…

*peace, kak Ika*

^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s