Corong Media

Corong Media

February 8th, 2016

Post #38

Berita duka tentang bocah kelas 1 SD Depok yang diculik dan dibunuh masih menjadi headline di berbagai media.

Nyokap, sebagai wali kelas almarhum bahkan sempat diwawancarai oleh media TV Nasional berkaitan dengan berita duka tersebut.

Miris, berbagai media pun berlomba-lomba untuk menyajikan berita dengan bumbu penyedap bin heboh yang semakin membuat kerabat dan keluarga bersedih hati. Setiap kabar yang berhembus, mau kabar burung atau kabar tikus pun langsung diekspos tanpa diperiksa keabsahannya.

Sudahlah jatuh tertimpa tangga.

Sudahlah berduka, masih harus melayani awak media demi menyajikan “siaran wawancara live”, berita hangat sore-sore di tengah hujan deras yang mendera.

Gue pribadi, merasa bahwa ini menyedihkan. Bukan cuma kehilangan anak, tapi keluarga korban telah kehilangan privasi dan masa berduka krusial yang sejatinya milik mereka sendiri. Kebayang nggak sih lo, anak dah tiada, tapi kita harus menjawab pertanyaan yang sama, berulang-ulang, ke media yang berbeda… mengingat lagi detail yang sama, rasa kehilangan dan kepahitan yang sama… membuka lagi lembaran hitam dan kembali berandai-andai opsi satu, dua dan tiga… bukankah ini menjadi afirmasi bawah sadar negatif bagi keluarga, khususnya orang tua korban? Sementara kondisi mental mereka masih shock  dan memerlukan pendampingan.

Bolehlah awak media meliput, tapi menurut gue, akan lebih menyenangkan bagi pihak keluarga jika mereka diberikan “napas” sedikit untuk sekedar berduka dan berdoa, bukan diganggu dengan sorotan kamera dan seolah-olah semua harus dieskpos dan diberitakan.

Pemberitaannya pun menjadi ngawur. Pihak kepolisian pun sampai sekarang belum memberikan keterangan pasti akan motif dan kronologis kejadian. Tapi pihak media sudah berani menyebarluaskan informasi tersebut. Gue yang sedikit tahu kenyataan, lalu mendengar berita yang beredar, jadi mual sendiri. Gak terbayang bagaimana perasaan keluarga. Betapa sedih dan kecewanya mereka.

Memang berita adalah jualan mereka, tapi please, nggak dengan begitu juga kehilangan nurani kan? Bagaimana kalau mereka yang tertimpa musibah seperti ini? *amit2* apa mereka mau diekspos habis-habisan seperti ini? Kalaupun mau mengemas berita yang bermanfaat, kenapa nggak tanya lah sama ahli dan praktisi dunia anak, bagaimana cara melindungi anak di zaman sekarang?

Kasihlah kami-kami ini, para orang tua muda cara menjaga anak di sekolah, rumah dan berbagai lingkungan. Jangan berita duka terus yang disebarkan dan dieksploitasi atas nama rating.

Fiuh, ya.. semoga ya kali lain kita bisa dapat berita yang bermutu, ga cuma jual air mata keluarga yang kehilangan anaknya. Kasihan, nggak etis pula kan.

-Just my two cents

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s