Wanita dan Kemandirian

Wanita dan Kemandirian

February 22nd, 2016

Post #52

Acara ILC beberapa minggu lalu soal elgebete menyisakan beberapa cerita seputar kehidupan. Bukan cuma tentang kaum tersebut, tapi juga kaum-kaum di sekitarnya, termasuk kaum perempuan.

Ini soal elgebete, kenapa nyinggung soal perempuan?

Karena di segmen terakhir, salah satu punggawa kesenian Indonesia, mbah Sudjiwo Tedjo mengemukakan bahwa salah satu akibat adanya penyimpangan seksual kaum lelaki adalah kaum perempuan

Hah? Bagaimana bisa?

Menurut beliau, perempuan zaman sekarang kelewat mandiri, sehingga kaum lelaki menjadi minder. Lalu rasa minder tersebut bertransformasi menjadi sebuah gengsi yang akhirnya melahirkan sebuah perasaan ketertarikan kepada rekan sesama jenis.

Absurd? pastinya.

Menurut gue,

Wanita zaman sekarang dipaksa mandiri karena kaum lelaki meletakkan tanggung jawab mendidik anak ke pundak perempuan, bahasa kerennya,

Ibu adalah madrasah pertama anak

Padahal ya zaman si wanita ini masih gadis, nggak ada pendidikan khusus persiapan menjadi ibu… atau sekolah menjadi ibu rumah tangga, adanya sekolah menjadi wanita karir. Sementara, tuntutan kebutuhan semakin merongrong kerongkongan dan wanita dipaksa menerima kemampuan ekonomi suami yang seadanya. Bravo istri shalihah!

Wanita zaman sekarang dipaksa mandiri karena tingginya gempuran dunia periklanan dan promosi yang semakin menggoda perempuan untuk mengasah bakat terpendamnya, belanja. Ga shopping, ga happening. Padahal gaji suami masih di bawah UMR. Zonk!

Wanita zaman sekarang dipaksa mandiri karena ketika sang lelaki pindah ke lain alam, lain hati bahkan sampai lain bodi, wanita ditinggalkan sendiri. Menanggung segala perih dan segala macam hutang kredit.

Kondisi terakhir adalah kondisi terburuk yang bisa membuat wanita mana pun terpuruk. Even for the strongest woman ever!

Maka dari itu gue rasa, para perempuan merasa perlu untuk menyiapkan safety net sebagai penyelamat ketika kondisi mereka jauh dari baik.

Secara mental, spiritual dan finansial.

Tapi gue setuju banget sama mbah Sudjiwo Tedjo bahwa bagaimana pun keadaan seorang lelaki, tetap lah wanita itu ada di bawah lelaki. Karena sejatinya lelaki adalah pemimpin.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran surat An Nisaa ayat 34:

الرجال قوّامون علي النسآء………الخ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita,…”

Tetapi ketika kepemimpinan itu lumpuh, maka wanita yang akan mengambil alih. ^_^

Just my two cents

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s