Fase Kehidupan

Fase Kehidupan

February 29th, 2016

Post #59

pol
Image Credit: here

Siang ini ketika sedang membaca timeline  Instagram, tetiba ada sebuah posting tentang trik membuka botol dengan kertas. Unik, menurut saya. Yang lebih unik bin ajaib adalah membaca komentar-komentar di bawahnya. Ternyata dari sekian banyak komentar, ada komentar dari seorang (anak) perempuan yang memicu kontroversi.

Sebut saja namanya D (karena Bunga terlalu mainstream). Dilihat dari komentarnya, sepertinya si D ini masih sekolah, karena ia menuliskan “merobek buku tulis”. Ia memprotes ide membuka botol dengan kertas tersebut. Menurutnya hal itu tidak sesuai dengan kampanye go green dan pemborosan kertas. Entah mengapa, para netizen memberondongnya dengan umpatan yang hanya pantas diberikan ke terdakwa yang telah melakukan kejahatan tingkat tinggi.

Hujan komentar, cacian dan umpatan pun berlanjut hingga komentar ke 200 sekian. Ada beberapa akun yang membela si D dengan menyatakan bahwa ia masih anak sekolah, belum paham tata krama dan sebagainya. Namun sebagian besar adalah komentar hujatan dan makian.

Fenomena ini cukup menarik.

Ketika kita telah dewasa, merasa telah banyak makan asam garam kehidupan, maka kita cenderung antipati terhadap orang-orang yang kualitasnya (terlihat) jauh di bawah kita. Sampai kita lupa bahwa mungkin kita dulu juga pernah alay lho…

Cekikikan di dalam angkot, berasa satu angkot milik se-geng kita aja…

Berseru dan berteriak ketika nonton konser Backstreet Boys, Boyzone, Westlife dan kawan-kawan boyband lainnya…

Apa dulu kita tidak diajarkan bertata krama oleh orang tua kita? Pasti diajarkan, tentunya.. hanya ada masa dimana kita butuh pengakuan sosial dari masyarakat, merasa perlu diakui bahwa kita hebat…

Bedanya, dulu kita ndak punya sosial media. Maka, perilaku minus kita tidak sampai menyebar kemana-mana, bahkan tidak tercium oleh orang tua. Saya punya beberapa teman yang ketika mereka sedang di rumah, perilakunya sangat manis bagaikan anak kucing, rajin membantu orang tuadan tekun. Tapi begitu sudah hang out sama teman-teman, perilakunya lebih “liar” daripada kucing hutan.

Itu semua adalah fase kehidupan.

Semua orang ada masanya, semua masa ada orangnya

Source:Unknown

Mungkin sekarang adalah fase kita untuk dewasa, belasan tahun kemudian fase kita untuk menjelang separuh usia, atau bahkan jatah usia kita sudah habis.

So let’s just enjoy every phase of it.

And let others, enjoy their own..

Then we will have our own happy life, together, forever.. ^_^

Just my two cents

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s